Pemain Belakang
Mungkin sebagian besar dari kita sepakat bahwa dalam sebuah penampilan yang luar biasa terdapat persiapan dan usaha yang besar. Kita terbiasa meilhat aktor dalam sebuah pertunjukan, wajahnya akan banyak terpampang dalam pamflet-pamflet promosi, apa yang dia lakukan dan apa yang dia suguhkan itulah bagaimana kita melihat pertunjukan tersebut. Pernah gak sih kepikiran gimana ya wajah perias, penata busana, atau bahkan mereka yang menyiapkan minuman dingin ketika sang aktor kehausan. Mereka memang bukan tolak ukur jalan cerita pertunjukan, tapi mereka adalah pemain belakang yang menjadi support sistem bagaimana pertunjukan tersebut terlaksana. Terdengar klise tapi memang sering terjadi kita lebih ingin menjadi aktor daripada sang support sistem, meskipun modal kita hanya seorang support sistem, tapi kenapa ya orang-orang berlomba menjadi aktor, bukannya semua orang sudah punya porsinya masing-masing? bahkan semut saja terbagi jadi para pekerja dan para tentara. Sederhana, wajah support sistem tidak pernah terpampang di pamflet. Hal yang lebih parah, support sistem tidak pernah mendapat pengakuan, mereka hanya terbelenggu dibalik layar tidak bisa atau kadang tidak mau tampil didepan layar, toh aku percaya semua orang ingin diakui.
Sebagai pemain belakang, untuk kalian yang juga pemain belakang, pernah gak sih ada perasaan tidak mau tampil di depan layar hanya karena kita merasa diri kita belum pantas untuk berdiri disana, biarkan saja kita bergerak dibelakang tanpa diketahui orang. Kadang terpikir sebenarnya ini memang karena merasa belum pantas atau sudah pantas tapi kita masih takut dengan konsekuensi yang akan terjadi ketika nantinya kita sudah berada didepan layar. Logikanya orang yang tau peran kita akan berbanding lurus dengan masalah yang akan kita dapat, nah poinya adalah kita belum pantas apa kita belum siap menghadapi masalah. Untukku, sekarang adalah yang penting kita yakin bahwa yang kita lakukan akan berdampak besar terhadap baik buruknya sebuah pertunjukkan, tidak penting orang melihat kita atau tidak, toh nanti nama kita juga akan muncul di "kredit" akhir sebuah pertunjukan, sama seperti sang aktor. Jadi, belum pantas atau belum siap?
Komentar
Posting Komentar