Sebuah Awal Yang Tak Pernah Berakhir

   Pernah gak sih, ada dalam sebuah circle tanpa ujung tapi isi dalamnya hanya masalah tanpa ada kebahagiaan? ya sepertinya sih 90% populasi manusia pernah seperti itu, 5% lainya adalah orang yang sukses berpikiran bodo amat dan sisanya adalah orang dengan 50 pembantu dalam rumahnya, mungkin sih ya toh aku sendiri gak pernah punya 50 pembantu dalam satu rumah lah wong 1 aja gaada. Capek ya ternyata berlari dalam sebuah lingkaran hamster dan kita gak tau apasih yang sebenarnya akan kita tuju, apa kita harus jadi hamster dulu biar kita kuat berlari disana. Kalau ada dalam posisi seperti ini yang terlintas di pikiran kok ya cuman enaknya orang-orang, kapan ya kita kaya mereka, pokoknya selalu iri deh sama yang orang lain punya. Mustahil juga berpikiran positif disaat seperti ini, yang ada cuma cacian entah ke orang lain atau ke diri sendiri. Kita hanya akan terus berlari dengan dibebani banyak masalah serta pikiran-pikiran negatif yang mengganggu, pertanyaanya, sampai kapan? 
   Kenapa harus kita yang terlihat bodoh, apa yang terlihat pintar disini juga terlihat bodoh disana, atau mungkin hanya kita yang bodoh. Katanya harus ada yang terlihat bodoh agar yang lain terlihat pintar, tapi kenapa peran bodoh hanya berakhir di kita, ibarat main werewolf kok ya kita jadi serigala terus dan selalu kalah lagi sama penduduk desa. Saat seperti ini kita cuman bisa men suggest diri dengan kata bahwa kita harus ingat bahwa selalu ada awan hitam sebelum ada hujan yang syahdu, selalu ada angin kencang sebelum ada ombak yang menenangkan, tidak bisa dipungkiri bahwa dualisme kehidupan harus ada bahkan disaat menjadi bagian terburuk pun akan tetap berguna.

Komentar

Postingan Populer