Sebuah Awal yang Muncul di Pertengahan

   Minggu malam, yang seperti malam-malam kebanyakan. Pernah gak sih ngerasain waktu berjalan dengan sangat cepat tapi kita tidak tahu sebenarnya kita ini ngapain, ya kejadian seperti itu yang membuatku kembali ke platform ini secara tiba-tiba. Bisa dibilang secara kasar, keputu-asa-an yang membuatku kembali menulis seperti ini. Berawal dari ingin menghibur diri karena sudah sangat-sangat capek dan tak tau arah dengan cara ingin bernostalgia dengan main twitter dengan format dekstop lalu entah tiba-tiba ingin membuka ask.fm dengan maksud yang sama, lalu disajikan dengan banyak sekali format baru pada social media yang dulu pernah hits yang menurutku adalah wadah untuk para secret admirer seperti diriku. Pada sebuah titik dimana "kayaknya pengen ngatur tampilan ask.fm biar lebih fresh deh" dan akhirnya terdapat kolom tentang deskripsi web dan diriku mengisi domain bodoh yang meng-atas namakan namaku secara lengkap. Ketika kebanyakan orang saat blog lagi hype  menamakan domain mereka dengan nama-nama anonim, diriku yang dulu polos ini secara sengaja dan terang-terangan menamakan domain dengan nama lengkap, bodoh? tidak terlalu sih toh yang ada pada otakku dulu saat mendaftarkan diri pada akun ini adalah bahwa ketika kita ditanya tentang identitas ya kita harus menjawab dengan jujur tanpa ada pikiran bahwa ingin eksis dengan nama yang terpampang nyata disebuah alamat pada sebuah blog. Membaca isi pikiranku pada tahun 2013-2014 yang jika dihitung pada saat itu umurku masih 16 tahunan yang ternyata aku se pede itu dulu menuliskan berbagai pengalaman pribadi yang mungkin setelah di umur 21 tahun dipikir lagi kurang etis untuk disebarkan dan dibaca oleh banyak orang, hapus post itu? sepertinya tidak, toh itu juga akan menjadi sebuah bukti bahwa aku pernah sepolos itu dan bisa berimajinasi seluas itu yang memasukan unsur pelajaran sekolah kedalam sebuah tulisan tanpa tujuan. Sama seperti ketika membuka pengaturan blog dan akan memutuskan untuk mengganti nama domain dengan anonim tapi setelah dipikirkan lagi sepertinya nama ini yang membuat 125 orang melihat blog ini selama kurang lebih 6 tahun dibuat, dan 3 orang bulan lalu yang setidaknya membuka alamat ini. Mungkin algoritma internet mengantarkan orang yang memasukkan kata kunci nama bagus bisa melihat ini? ya kita tidak tau, atau ketika aku berpikiran liar bisa saja ada orang yang sengaja ingin melihat apa yang aku tulis? ah sepertinya tidak mungkin. Keputusanku akhirnya jatuh pada penggantian judul blog, dari no name  menjadi tulisan malam. Dulu memang sengaja memberi nama no name karena memang apa yang aku tulis ini adalah sebuah kekosongan tanpa nama yang ingin aku utarakan dan terserah yang membaca mengartikan apa toh memang gak ada namanya, keren kan pemikiran anak berumur 16 tahun? ya enggak juga, pemikiran itu hanya muncul pada saat aku putus asa dan tidak tau apa yang harus aku lakukan, sama seperti apa yang sedang aku lakukan saat aku menulis ini.
   Tapi bukankah banyak orang yang ketika tidak tau harus ngapain juga bisa mengeluarkan semua kata hati yang terpendam seperti yang aku lakukan sekarang dan 6 tahun yang lalu? ya mungkin saja ada yang seperti ini, dan entah kebetulan atau tidak memang keputus-asa-an dan kebingungan banyak terjadi di malam hari, dan hal itu yang akhirnya menjadi keputusan dipilihnya nama tulisan malam pada judul blog ini. Bukan sok indi atau sok puitis atau sok bijak, ini hanya sebuah tulisan yang setidaknya bisa membuat perasaan lega ketika jari sudah mulai mengetik rangkaian kata tanpa benang merah, hal yang sama dipikirkan seorang aku yang berumur 16 tahun saat membuat blog ini, ya kalo dibilang sok indi dan sok puitis toh circa 2013 dan 2014 kata-kata itu belum banyak orang tau dan akupun tidak tau, tidak seperti sekarang yang sudah menjadi sebuah lifestyle  bagi orang-orang dan sudah dianggap sebuah hal yang keren. Setidaknya ketika aku menulis seperti ini lagi, aku bisa membandingkan diriku yang dulu dan sekarang sudah berubah menjadi seperti apa. Setiap orang pasti berkembang, berevolusi sesuai dengan apa yang dia alami, ya persis dengan apa yang aku tulis dulu bahwa aku adalah seorang remaja yang tidak tahu apa yang menjadi tujuan hidupnya seperti mayoritas remaja lainnya yang hanya memikirkan hal yang membuat dia senang. Setidaknya sekarang aku sudah menemukan jawaban yang diriku tanyakan saat kelas 2 SMA. Perjalanan singkat selama ini untuk menemukan jawaban itu dan sekarang akhirnya bisa menjawab kalimat pertama dan bisa membuka untuk kalimat-kalimat berikutnya. Masih banyak pertanyaanku yang belum terjawab dan semoga semua bisa terjawab dengan sangat baik hingga pada akhirnya aku bisa menutup jawaban dengan tenang dan siap menghadapi siklus kehidupan selanjutnya. Tulisan ini semoga bisa menjadi salah satu cara untuk memulai kembali proses pencarian jawaban yang sedang aku cari. Semua yang ingin aku utarakan sudah terucap dan sudah membuat perasaan ini tenang sejenak, ya kalau di esok hari sedang bingung lagi aku akan kesini lagi. bye.


-bagusade
Malang, 1 September 2019

Komentar

Postingan Populer